Goodbye. . .
Kim Soo Ra
This is my first FF!
Note : kalo tanda petiknya cuma satu itu berarti flashback (percakapan dalam sms)
Aku masih
disini.. aku diam bukan berhenti,, aku berhenti bukan menyerah,, aku menyerah
bukan melupakan… Aku menyerah untuk memperjuangkanmu bukan untuk melupakan
semua kenangan dan perasaan yang ada… Terimakasih Kyuhyun ah… Saranghae…
.
.
.
Author POV
Gadis itu menatap sungai Han dalam diam. Sebuah cairan
bening meluncur dengan sukses dari kelopak matanya. Ia menarik nafas
dalam-dalam, menghembuskannya pelan, lalu melangkah pergi meninggalkan tempat
itu.
.
.
Hujan. . .
Gadis itu menatap hujan dari jendela apartemennya. Disaat
itulah Ia mengingatnya..
‘Kyuhyun ah. Disini
hujan.’
‘Lalu mengapa jika
hujan?’
‘Aku menyukainya…’
‘Siapa? Siswa baru
itu? Kau menyukainya, huh?
‘YAA!! Tentu saja
bukan! Aku menyukai hujan. Pabbo!’
‘Memang apa bagusnya
hujan, huh?’
‘Hujan… suatu hal yang
indah. Suaranya membuatku tenang.’
Gadis itu menutup gorden apartemennya, lalu naik ke tempat
tidur. Ia tidak tidur, hanya memejamkan mata. Meredam rasa sakit yang
bergemuruh di hatinya. Sebuah cairan bening lolos dari kelopak matanya yang
tertutup. Ia tidak ingin menangis, tapi Ia juga tidak bisa menahannya.
‘Kyuhyun ah, disaat
seperti ini.. apa aku boleh menangis?’
‘Mengapa bertanya
seperti itu?’
‘Jawab saja.’
‘Tidak boleh.’
‘Tapi aku tidak bisa
menahannya.’
‘Kalau begitu, menangislah
jika itu membuatmu tenang, berteriaklah jika itu membuatmu merasa lebih baik.
Jangan menangisiku jika aku menyakitimu, araseo? :D’
‘Yaa!! Dasar bodoh!
Jadi kau akan menyakitiku, huh?’
‘Aku tidak bisa
menjamin itu Soo~ya.’
-Author POV end-
-Kim Soo Ra POV-
“Sekarang kau menyakitiku Kyuhyun ah. Apa yang harus
kulakukan? Aku tidak bisa menahan airmata ini. Eottokhae? Aku merindukanmu
Kyu~ya..” ucapku dalam hati. Aku menangis dalam diam hingga aku terlelap.
.
.
.
“YAA!! KIM SOO RA!!”
“Mwo? Eh? Err..
Waeyo?? Kenapa kalian menatapku seperti itu?” tanyaku polos.
“Yaa!! Aku sudah memanggilmu daritadi, tapi kau tidak
sadar-sadar.” Dengus Hye Na.
“Memangnya apa yang kau lamunkan, huh?” Sahut In Young
“kkkk~ mianhaeeee~~ tidak ada.” Jawabku singkat sambil
tertawa geli melihat kedua sahabatku yang sedang kesal.
“Ckck. Kenapa Donghae oppa belum menghubungiku jugaaa????” gerutu
In Young sambil membanting ponsel nya ke meja. Saat ini aku, Hye Na, dan In
Young sedang berada di Cafetaria. Kami
sudah bersahabat sejak SMA. Kami kuliah di universitas dan mengambil jurusan
yang sama. Kedokteran.
“Mungkin dia sangat sibuk. Mengapa tidak kau saja yang
menghubunginya dulu?” ucapku menatap ponsel In Young di meja.
“Ah! Kau benar! Mengapa aku tidak pernah memikirkan itu.” Cengirnya.
=_= à
ekspresiku & Hye Na.
Temanku yang satu ini
memang kadang-kadang suka aneh. Tapi aku sangat menyayangi mereka. Kami sudah
bersahabat lebih dari 3 tahun.
“Tapi…” sambung In Young menggantung.
“Waeyo?” Tanya Hye Na.
“Aku takut akan mengganggunya. Dia sangat sibuk akhir-akhir
ini. Haiissshh,, jjinja.” Runtuk In Young sambil menopang dagunya ke meja café.
Aku dan Hye Na hanya geleng-geleng kepala melihat In Young.
Lee Donghae. Namjachingu In Young yang bekerja sebagai model. Sedangkan Hye Na
tidak mempunyai namjachingu –untuk sekarang-. Dia sering berganti-ganti
namjachingu. Bukan playgirl atau apalah itu, namun Ia memang mudah bosan.
“10 menit lagi kelas dimulai. Kalian masih ingin disini?”
aku berdiri menatap kedua temanku. Lalu kami pergi ke kelas.
.
.
.
Aku berjalan menuju halte bus. Kedua orang-tua ku sudah
meninggal sejak aku SMP. Kecelakaan. Aku
juga mempunyai eonni yang bekerja di
Jepang. Dia yang selalu mengirimiku uang untuk keperluan kuliahku. Sebenarnya aku bisa saja ikut ke Jepang
bersama eonni, tapi… aku lebih memilih tinggal di Korea sendirian. Karena aku
masih menunggu seseorang. Cho Kyuhyun.
Cinta pertamaku… apa kalian fikir kami sudah berpacaran? Tidak… tidak ada
hubungan apapun diantara kami selain ‘sahabat’. Aku tidak tahu.. aku tidak tahu
mengapa dia tidak ingin memilikiku.. Yang aku tahu, dia mencintaiku…
‘Soo~ya… aku
menyukainya, aku menyayanginya, aku juga mencintainya… tapi aku tidak ingin
memilikinya…’
‘Siapa yang kau maksud?
Kenapa kau tidak ingin memilikinya? Bukankah kau bilang kau mencintainya?’
‘Seseorang… mungkin
kau sudah tau… entahlah.. aku tidak tahu. Cinta tidak harus saling memiliki
Soo~ya. Dengan melihatnya tersenyum dan bahagia.. Itu sudah cukup untukku. ’
‘Aku tidak tau
Kyu~ya.. kau tidak pernah menceritakannya kepadaku. Tapi bagaimana jika dia
juga mencintaimu? Kau menyakiti dirimu sendiri Kyu. Kau tidak akan tahu sebelum
mencobanya..’
‘Lupakan itu.’
Aku tahu.. ‘seseorang’ itu aku. Dua orang sahabatnya, -Kim
Ryeowook & Lee Hyuk Jae- pernah bilang kepadaku, bahwa Kyuhyun mencintaiku.
Tapi aku pura-pura tidak tahu. Kenapa? Karena aku menjaga perasaan seorang
gadis yang juga mencintai Cho Kyuhyun. Park
Seo Mi.
‘Soo~ya… maafkan aku…
karena aku kemarin berbohong kepadamu. Seo Mi marah karena aku dekat denganmu.
Dia… dia menyukaiku Soo.’
‘Kau tahu kan… aku
tidak suka dibohongi. Mengapa kau masih melakukannya? Tidak bisakah kau jujur
kepadaku? Baiklah.. jika Seo Mi marah,, aku yang akan menjauh. Anggap saja kau
tidak pernah mengenalku Cho Kyuhyun ssi.’
‘Tapi aku juga tidak
ingin kehilanganmu Soo… kau sahabatku..’
Kau tidak ingin dia marah. Juga tidak ingin kehilanganku. Apa
maksudnya itu? Kenapa kau begitu egois? Kau selalu tidak bisa menolak setiap
gadis yang datang. Apa aku istimewa di hatimu Kyu? Kau bilang kau mencintaiku
bukan? Kenapa aku merasa bahwa aku tidak ada bedanya dengan mereka?
Setelah kejadian itu, aku menjauhinya. Karena aku mengerti
apa yang dirasakan Seo Mi. Aku tau dia terluka. Aku tidak ingin.. tapi aku
harus.
5-6 bulan kemudian kami bertemu kembali. Kami berbaikan.
Tanpa aku ketahui selama 5 bulan itu, mereka –Kyuhyun & Seo Mi- menjadi
sepasang kekasih. Aku terluka, Tentu saja! Karena aku mencintainya! Semua
teman-teman nya mengatakan bahwa dia mencintaiku, tapi mengapa dia…
‘Yaa!! Apa kau tidak
tahu kalau Cho Kyuhyun pernah berpacaran dengan Park Seo Mi?’ -Ryeowook-
‘Mwo?’
‘Jadi kau benar-benar
tidak tahu? Kau harus berterimakasih kepada kami’ -Eunhyuk-
‘Kamsahamnida’
‘Sebenarnya… kau mencintaiku atau tidak Kyu~ya?” lirihku.
Aku turun dari bus kemudian berjalan menuju apartemen. Sampai
di apartemen, aku langsung mandi kemudian memasak. Aku membuat kimchi,
memakannya dalam diam.
‘Soo~ya.. Cepatlah
makan. Nanti kau akan sakit.’
‘Andwae!! Aku belum
lapaaarr Kyu~ya..’
‘Yaa!! Jika kau tidak
makan juga, maka aku juga tidak akan makan.’
‘Kyu~ya.. jangan
seperti itu.. aiisshh..baiklah, baiklaaaahh. Aku akan makan, kau juga, araseo?’
‘Gadis pintar.’
Selesai makan, aku mencuci piring, kemudian iseng-iseng aku membuka
internet dan men-search fanfiction. Aku memang suka membaca fanfiction. Tidak
sengaja aku membaca salah satu judul fanfiction ‘What Is Love’.
‘Kyuhyun ah.. bolehkah
aku bertanya sesuatu?’
‘Mmm? Apa itu?’
‘Menurutmu, apa itu
Cinta?’
‘Cinta itu… cukup
melakukan apa yang diinginkan oleh seseorang yang kita cintai dan melihatnya
bahagia… meskipun bukan kita yang membahagiakannya… bagaimana menurutmu?’
‘Cinta itu.. tidak butuh logika, karena hati sudah membuktikannya..
Cinta juga tidak butuh penjelasan.. karena ia datang tanpa terduga..’
‘Seperti puisi..’
‘Benarkah?’
Aku menutup laptop ku dengan
kasar. Kenapa kau terus saja berkeliaran di otakku?? Bagaimana kabarmu? Apakah kau baik-baik saja?
Apa kau sudah mempunyai kekasih? Apa kau kembali ke Seo Mi? Apa kalian masih
berpacaran? Apa kau…
Aku tidak sanggup lagi
meneruskannya.. bayangan wajahnya selalu
saja muncul di benakku. Aku terisak pelan sampai akhirnya aku terlelap…
.
.
.
BRAAKK
Aku mendongak menatap kedua
temanku. “Yaa!! Waeyo?”
“Yang seharusnya bertanya itu aku!
Mengapa kau tidak masuk kelas tadi?” kesal In Young.”
“Kau tau, ada mahasiswa baru hari
ini. Aahhh.. dia sangat tampaaannn.” Sahut Hye Na sambil menghayal.
“Aku tidak peduli.”
“Kau yakin? Jika kau tahu namanya,
aku yakin kau akan langsung menemuinya.” Smirk In Young dan disambut anggukan
dari Hye Na.
“Memangnya siapa namanya?” tanyaku
yang mulai penasaran.
“Cho Kyuhyun!” ucap mereka berdua
bersamaan.
DEG
“Dimana dia sekarang?” tanyaku
langsung berdiri.
“Entahlah. Mungkin di atap. Tadi
aku melihatnya berjalan naik tangga.” Jawab Hye Na
“Gomawo. Aku sayang kaliaaaaannn.”
Teriakku sambil berlari dan disambut oleh tatapan-tatapan aneh
mahasiswa-mahasiswi lain.
“Aiisshh..apa dia tidak sadar
kalau kita sedang di café?” runtuk Hye Na sambil menutupi wajah dengan
tangannya.
“Satu hal yang pasti! Dia masih
mencintainya!” ucap In Young mantap. “Kajja..” sambungnya sambil menarik tangan
Hye Na pergi meninggalkan café.
.
.
Aku berlari menuju atap dengan
tergesa-gesa. Dia sudah kembali. Aku sangat merindukannya Tuhaaann…. Aku sampai
di atap dengan nafas yang tersenggal.
DEG
Aku melihatnya… tidur diatas
sebuah bangku. Aku berjalan perlahan.
“Kyu~ya…”
Dia terbangun. Disaat itulah mata
kami bertemu…
“Soo~ya” ucapnya riang. “bogoshipoo…”
sambungnya sambil memelukku.
DEG
Untuk sesaat aku terpaku. Ini
pertama kalinya kami bersentuhan fisik. Tapi kemudian aku membalas pelukannya.
“Nado Kyu~ya.”
“Mianhae.. kerena tiba-tiba
menghilang. Appa ku sakit dan aku harus pergi ke China. Aku tidak sempat
berpamitan denganmu.” Ucapnya menyesal.
“Gwaenchana.” Jawabku sambil
tersenyum.
“Kau tidak masuk kelas tadi,
waeyo?”
“Kau tau aku mengambil jurusan
kedokteran?”
“Tentu saja. Apa kau tidak tahu
kedua temanmu itu sangat cerewet? Dan aku juga mengambil jurusan yang sama.”
Ucapnya sambil tersenyum.
Aku tertawa kecil. dia masih sama
seperti dulu, “aku tahu… aku sangat bosan dengan dosen berkepala botak itu.”
Aku mendengus sambil mempoutkan bibirku.
“Apa kau akan bosan jika aku mencukur
rambutku?” dia tersenyum lebar sambil menatapku.
“Mungkin iya.” Aku tertawa kecil.
“Benarkah?”
“Tentu saja tidak.” Kami tertawa
bersama… Tawa yang kurindukan…
“Kyuhyun ah!!”
DEG
Suara itu… aku mengenalnya.. Kami
menoleh kebelakang bersama. Daaannn…..
To be continue.....

0 comments:
Post a Comment