Saturday, August 8, 2015

Goodbye 1

Goodbye. . .
Kim Soo Ra



This is my first FF!
Note : kalo tanda petiknya cuma satu itu berarti flashback (percakapan dalam sms)


Aku masih disini.. aku diam bukan berhenti,, aku berhenti bukan menyerah,, aku menyerah bukan melupakan… Aku menyerah untuk memperjuangkanmu bukan untuk melupakan semua kenangan dan perasaan yang ada… Terimakasih Kyuhyun ah… Saranghae…
.
.
.
Author POV
Gadis itu menatap sungai Han dalam diam. Sebuah cairan bening meluncur dengan sukses dari kelopak matanya. Ia menarik nafas dalam-dalam, menghembuskannya pelan, lalu melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
.
.
Hujan. . .
Gadis itu menatap hujan dari jendela apartemennya. Disaat itulah Ia mengingatnya..
‘Kyuhyun ah. Disini hujan.’
‘Lalu mengapa jika hujan?’
‘Aku menyukainya…’
‘Siapa? Siswa baru itu? Kau menyukainya, huh?
‘YAA!! Tentu saja bukan! Aku menyukai hujan. Pabbo!’
‘Memang apa bagusnya hujan, huh?’
‘Hujan… suatu hal yang indah. Suaranya membuatku tenang.’
Gadis itu menutup gorden apartemennya, lalu naik ke tempat tidur. Ia tidak tidur, hanya memejamkan mata. Meredam rasa sakit yang bergemuruh di hatinya. Sebuah cairan bening lolos dari kelopak matanya yang tertutup. Ia tidak ingin menangis, tapi Ia juga tidak bisa menahannya.
‘Kyuhyun ah, disaat seperti ini.. apa aku boleh menangis?’
‘Mengapa bertanya seperti itu?’
‘Jawab saja.’
‘Tidak boleh.’
‘Tapi aku tidak bisa menahannya.’
‘Kalau begitu, menangislah jika itu membuatmu tenang, berteriaklah jika itu membuatmu merasa lebih baik. Jangan menangisiku jika aku menyakitimu, araseo? :D’
‘Yaa!! Dasar bodoh! Jadi kau akan menyakitiku, huh?’
‘Aku tidak bisa menjamin itu Soo~ya.’

-Author POV end-
-Kim Soo Ra POV-
“Sekarang kau menyakitiku Kyuhyun ah. Apa yang harus kulakukan? Aku tidak bisa menahan airmata ini. Eottokhae? Aku merindukanmu Kyu~ya..” ucapku dalam hati. Aku menangis dalam diam hingga aku terlelap.
.
.
.
“YAA!! KIM SOO RA!!”
“Mwo?  Eh? Err.. Waeyo?? Kenapa kalian menatapku seperti itu?” tanyaku polos.
“Yaa!! Aku sudah memanggilmu daritadi, tapi kau tidak sadar-sadar.” Dengus Hye Na.
“Memangnya apa yang kau lamunkan, huh?” Sahut In Young
“kkkk~ mianhaeeee~~ tidak ada.” Jawabku singkat sambil tertawa geli melihat kedua sahabatku yang sedang kesal.
“Ckck. Kenapa Donghae oppa belum menghubungiku jugaaa????” gerutu In Young sambil membanting ponsel nya ke meja. Saat ini aku, Hye Na, dan In Young  sedang berada di Cafetaria. Kami sudah bersahabat sejak SMA. Kami kuliah di universitas dan mengambil jurusan yang sama. Kedokteran.
“Mungkin dia sangat sibuk. Mengapa tidak kau saja yang menghubunginya dulu?” ucapku menatap ponsel In Young di meja.
“Ah! Kau benar! Mengapa aku tidak pernah memikirkan itu.” Cengirnya.
=_= à ekspresiku & Hye Na.
 Temanku yang satu ini memang kadang-kadang suka aneh. Tapi aku sangat menyayangi mereka. Kami sudah bersahabat lebih dari 3 tahun.
“Tapi…” sambung In Young menggantung.
“Waeyo?” Tanya Hye Na.
“Aku takut akan mengganggunya. Dia sangat sibuk akhir-akhir ini. Haiissshh,, jjinja.” Runtuk In Young sambil menopang dagunya ke meja café.
Aku dan Hye Na hanya geleng-geleng kepala melihat In Young. Lee Donghae. Namjachingu In Young yang bekerja sebagai model. Sedangkan Hye Na tidak mempunyai namjachingu –untuk sekarang-. Dia sering berganti-ganti namjachingu. Bukan playgirl atau apalah itu, namun Ia memang mudah bosan.
“10 menit lagi kelas dimulai. Kalian masih ingin disini?” aku berdiri menatap kedua temanku. Lalu kami pergi ke kelas.
.
.
.
Aku berjalan menuju halte bus. Kedua orang-tua ku sudah meninggal sejak aku  SMP. Kecelakaan. Aku juga mempunyai eonni yang bekerja  di Jepang. Dia yang selalu mengirimiku uang untuk keperluan kuliahku.  Sebenarnya aku bisa saja ikut ke Jepang bersama eonni, tapi… aku lebih memilih tinggal di Korea sendirian. Karena aku masih menunggu seseorang. Cho Kyuhyun. Cinta pertamaku… apa kalian fikir kami sudah berpacaran? Tidak… tidak ada hubungan apapun diantara kami selain ‘sahabat’. Aku tidak tahu.. aku tidak tahu mengapa dia tidak ingin memilikiku.. Yang aku tahu, dia mencintaiku…
‘Soo~ya… aku menyukainya, aku menyayanginya, aku juga mencintainya… tapi aku tidak ingin memilikinya…’
‘Siapa yang kau maksud? Kenapa kau tidak ingin memilikinya? Bukankah kau bilang kau mencintainya?’
‘Seseorang… mungkin kau sudah tau… entahlah.. aku tidak tahu. Cinta tidak harus saling memiliki Soo~ya. Dengan melihatnya tersenyum dan bahagia.. Itu sudah cukup untukku. ’
‘Aku tidak tau Kyu~ya.. kau tidak pernah menceritakannya kepadaku. Tapi bagaimana jika dia juga mencintaimu? Kau menyakiti dirimu sendiri Kyu. Kau tidak akan tahu sebelum mencobanya..’
‘Lupakan itu.’
Aku tahu.. ‘seseorang’ itu aku. Dua orang sahabatnya, -Kim Ryeowook & Lee Hyuk Jae- pernah bilang kepadaku, bahwa Kyuhyun mencintaiku. Tapi aku pura-pura tidak tahu. Kenapa? Karena aku menjaga perasaan seorang gadis yang juga mencintai Cho Kyuhyun. Park Seo Mi.
‘Soo~ya… maafkan aku… karena aku kemarin berbohong kepadamu. Seo Mi marah karena aku dekat denganmu. Dia… dia menyukaiku Soo.’
‘Kau tahu kan… aku tidak suka dibohongi. Mengapa kau masih melakukannya? Tidak bisakah kau jujur kepadaku? Baiklah.. jika Seo Mi marah,, aku yang akan menjauh. Anggap saja kau tidak pernah mengenalku Cho Kyuhyun ssi.’
‘Tapi aku juga tidak ingin kehilanganmu Soo… kau sahabatku..’
Kau tidak ingin dia marah. Juga tidak ingin kehilanganku. Apa maksudnya itu? Kenapa kau begitu egois? Kau selalu tidak bisa menolak setiap gadis yang datang. Apa aku istimewa di hatimu Kyu? Kau bilang kau mencintaiku bukan? Kenapa aku merasa bahwa aku tidak ada bedanya dengan mereka?
Setelah kejadian itu, aku menjauhinya. Karena aku mengerti apa yang dirasakan Seo Mi. Aku tau dia terluka. Aku tidak ingin.. tapi aku harus.
5-6 bulan kemudian kami bertemu kembali. Kami berbaikan. Tanpa aku ketahui selama 5 bulan itu, mereka –Kyuhyun & Seo Mi- menjadi sepasang kekasih. Aku terluka, Tentu saja! Karena aku mencintainya! Semua teman-teman nya mengatakan bahwa dia mencintaiku, tapi mengapa dia…
‘Yaa!! Apa kau tidak tahu kalau Cho Kyuhyun pernah berpacaran dengan Park Seo Mi?’ -Ryeowook-
‘Mwo?’
‘Jadi kau benar-benar tidak tahu? Kau harus berterimakasih kepada kami’ -Eunhyuk-
‘Kamsahamnida’
‘Sebenarnya… kau mencintaiku atau tidak Kyu~ya?” lirihku.
Aku turun dari bus kemudian berjalan menuju apartemen. Sampai di apartemen, aku langsung mandi kemudian memasak. Aku membuat kimchi, memakannya dalam diam.
‘Soo~ya.. Cepatlah makan. Nanti kau akan sakit.’
‘Andwae!! Aku belum lapaaarr Kyu~ya..’
‘Yaa!! Jika kau tidak makan juga, maka aku juga tidak akan makan.’
‘Kyu~ya.. jangan seperti itu.. aiisshh..baiklah, baiklaaaahh. Aku akan makan, kau juga, araseo?’
‘Gadis pintar.’
Selesai makan, aku mencuci piring, kemudian iseng-iseng aku membuka internet dan men-search fanfiction. Aku memang suka membaca fanfiction. Tidak sengaja aku membaca salah satu judul fanfiction ‘What Is Love’.
‘Kyuhyun ah.. bolehkah aku bertanya sesuatu?’
‘Mmm? Apa itu?’
‘Menurutmu, apa itu Cinta?’
‘Cinta itu… cukup melakukan apa yang diinginkan oleh seseorang yang kita cintai dan melihatnya bahagia… meskipun bukan kita yang membahagiakannya… bagaimana menurutmu?’
‘Cinta itu.. tidak butuh logika, karena hati sudah membuktikannya.. Cinta juga tidak butuh penjelasan.. karena ia datang tanpa terduga..’
‘Seperti puisi..’
‘Benarkah?’
Aku menutup laptop ku dengan kasar. Kenapa kau terus saja berkeliaran di otakku??  Bagaimana kabarmu? Apakah kau baik-baik saja? Apa kau sudah mempunyai kekasih? Apa kau kembali ke Seo Mi? Apa kalian masih berpacaran? Apa kau…
Aku tidak sanggup lagi meneruskannya..  bayangan wajahnya selalu saja muncul di benakku. Aku terisak pelan sampai akhirnya aku terlelap…
.
.
.
BRAAKK
Aku mendongak menatap kedua temanku. “Yaa!! Waeyo?”
“Yang seharusnya bertanya itu aku! Mengapa kau tidak masuk kelas tadi?” kesal In Young.”
“Kau tau, ada mahasiswa baru hari ini. Aahhh.. dia sangat tampaaannn.” Sahut Hye Na sambil menghayal.
“Aku tidak peduli.”
“Kau yakin? Jika kau tahu namanya, aku yakin kau akan langsung menemuinya.” Smirk In Young dan disambut anggukan dari Hye Na.
“Memangnya siapa namanya?” tanyaku yang mulai penasaran.
“Cho Kyuhyun!” ucap mereka berdua bersamaan.
DEG
“Dimana dia sekarang?” tanyaku langsung berdiri.
“Entahlah. Mungkin di atap. Tadi aku melihatnya berjalan naik tangga.” Jawab Hye Na
“Gomawo. Aku sayang kaliaaaaannn.” Teriakku sambil berlari dan disambut oleh tatapan-tatapan aneh mahasiswa-mahasiswi lain.
“Aiisshh..apa dia tidak sadar kalau kita sedang di café?” runtuk Hye Na sambil menutupi wajah dengan tangannya.
“Satu hal yang pasti! Dia masih mencintainya!” ucap In Young mantap. “Kajja..” sambungnya sambil menarik tangan Hye Na pergi meninggalkan café.
.
.
Aku berlari menuju atap dengan tergesa-gesa. Dia sudah kembali. Aku sangat merindukannya Tuhaaann…. Aku sampai di atap dengan nafas yang tersenggal.
DEG
Aku melihatnya… tidur diatas sebuah bangku. Aku berjalan perlahan.
“Kyu~ya…”
Dia terbangun. Disaat itulah mata kami bertemu…
“Soo~ya” ucapnya riang. “bogoshipoo…” sambungnya sambil memelukku.
DEG
Untuk sesaat aku terpaku. Ini pertama kalinya kami bersentuhan fisik. Tapi kemudian aku membalas pelukannya.
“Nado Kyu~ya.”
“Mianhae.. kerena tiba-tiba menghilang. Appa ku sakit dan aku harus pergi ke China. Aku tidak sempat berpamitan denganmu.” Ucapnya menyesal.
“Gwaenchana.” Jawabku sambil tersenyum.
“Kau tidak masuk kelas tadi, waeyo?”
“Kau tau aku mengambil jurusan kedokteran?”
“Tentu saja. Apa kau tidak tahu kedua temanmu itu sangat cerewet? Dan aku juga mengambil jurusan yang sama.” Ucapnya sambil tersenyum.
Aku tertawa kecil. dia masih sama seperti dulu, “aku tahu… aku sangat bosan dengan dosen berkepala botak itu.” Aku mendengus sambil mempoutkan bibirku.
“Apa kau akan bosan jika aku mencukur rambutku?” dia tersenyum lebar sambil menatapku.
“Mungkin iya.” Aku tertawa kecil.
“Benarkah?”
“Tentu saja tidak.” Kami tertawa bersama… Tawa yang kurindukan…
“Kyuhyun ah!!”
DEG
Suara itu… aku mengenalnya.. Kami menoleh kebelakang bersama. Daaannn…..



To be continue.....

0 comments:

Post a Comment

 
ElfArmy Blogger Template by Ipietoon Blogger Template