Saturday, August 8, 2015

Goodbye 2

Goodbye. . .
Kim Soo Ra



This is my first FF!
Note : kalo tanda petiknya cuma satu itu berarti flashback (percakapan dalam sms)


Aku masih disini.. aku diam bukan berhenti,, aku berhenti bukan menyerah,, aku menyerah bukan melupakan… Aku menyerah untuk memperjuangkanmu bukan untuk melupakan semua kenangan dan perasaan yang ada… Terimakasih Kyuhyun ah… Saranghae…

.
.
.
“Kyuhyun ah!!”
DEG
Suara itu… aku mengenalnya.. Kami menoleh kebelakang bersama.
Park Seo Mi… gadis itu berdiri menatap Kyuhyun.
“Oh! Kau sudah datang.” Ucapnya ceria. “Bogoshipo.” Sambungnya sambil memeluk Seo Mi.
DEG
Lagi-lagi hatiku sakit. aku tahu, aku tidak berhak marah.. karena aku bukan siapa-siapa nya… tapi aku mencintainya! Tetap saja hatiku akan terluka jika melihatnya bersama gadis lain.
“Mengapa kau pindah kesini?  Bukankah kau sekolah musik di Jepang?” tanyanya pada Seo Mi.
“Aku pindah karena dirimu.” Jawab Seo Mi.
Aku mati-matian menahan airmataku. Tuhaann.. kumohon, jangan sekarang… aku tidak ingin mereka tahu bahwa aku terluka.. hingga akhirnya aku tidak tahan. Aku berlari melewati mereka.
“Oh! Soo~ya.. kau mau kemana?” teriaknya.
“Aku pulang dulu. Ada urusan mendadak!” aku berusaha bicara normal. Dia tidak tahu aku menangis karena aku membelakanginya.
“Baiklah. Hati-hati!”
“Kyu~ah… kajja kita melihat-lihat Korea.” Ucap Seo Mi manja.
“Ne. kajja! Aku juga sudah merindukan Korea.” Jawab Kyuhyun.
Hatiku semakin tertusuk mendengarnya. Aku mempercepat lariku. Aku masih terisak. Aku ingin berteriak sekencang mungkin. Berharap akan ada ruang dihatiku. Hatiku terasa semakin sesak dan semuanya kembali berputar di memoriku.
‘ Kyu~ah.. aku tidak nafsu makan sekarang.’
‘Nafsu atau tidak, kau harus tetap makan Soo!’
‘Aku tidak lapar Kyu.’
‘Kau harus makan!’
.
‘Lalu kau melupakan kebutuhanmu sendiri? Membiarkan tubuhmu sakit? Membiarkan batinmu teriksa? Jangan terlalu difikirkan Soo! Mereka akan bersama kembali! Sekarang kau cepatlah makan! Aku tidak ingin kau sakit!’
‘Aku tidak peduli. Terserah apa katamu. Aku dalam keadaan mood yang buruk sekarang.’
‘Aku melakukannya…juga  karena kau.’
.
‘Aku tidak bisa Kyu. Aku akan menemani Yesung oppa.’
‘Yaa!! Kau tidak menemaniku juga,huh? Aku jadi cemburu.’
‘Yaa!! Dia hanya kuanggap sebagai Oppa-ku! Bukan kekasihku. Nanti aku akan menemanimu, araseo?’
‘Aniya! Aku ingin sekarang.’
.
‘Ayolah Soo… temani aku mencari kaset game. kumohon…’
‘Mengapa tidak bersama sahabatmu saja?’
‘Kau sahabatku!’
‘Maksudku Ryeowook dan Eunhyuk.’
‘Aku ingin kau yang menemaniku!’

Tetes-tetes air mulai turun dari langit. Aku masih terus berlari hingga aku sudah berada disebuah taman. Aku duduk di salah satu bangku sambil terisak, membiarkan tetes-tetes air hujan membasahiku. Aku kecewa. Tentu saja! Dia memelukku, juga memeluknya.
Aku bingung…  Aku bingung dengan sikapmu. Mengapa Kau tidak ingin memilikiku? Apa Kau tidak pernah mencintaiku? Lalu mengapa kau bersikap seperti itu padaku? Aku tidak ingin berharap… tetapi kau yang membuatku berharap Kyu…
Aku pergi meninggalkan taman dan pulang ke apartemenku.
.
.
.
“Bagaimana?” Tanya Hye Na langsung saat kami berada di bangku kampus.
“Apanya yang bagaimana?” aku kembali bertanya sambil pura-pura sibuk membaca novel. Aku tahu dia menanyakan Cho Kyuhyun.
“Haiisshh… kau ini! Kau pura-pura bodoh atau memang bodoh?” dengus In Young.
“Aku memang bodoh.” Jawabku tanpa melihat mereka.
“Apa kau menemui Cho Kyuhyun?” Hye Na kembali bertanya.
“Ne.” jawabku tanpa minat.
“Yaa!! Kenapa kau tidak bersemangat sekali? Apa kemarin terjadi sesuatu?” selidik In Young
“Tidak.” Jawabku singkat.
“Yaa!! Kita sudah bersahabat lama sekali. Aku tahu kemarin terjadi sesuatu. Ayolah Soo… ceritakan pada kami.” Hye Na dan In Young memasang wajah aegyo nya.
“Aiisshhh… aku benci ini. Kenapa aku selalu tidak bisa menolak kaliaann???” ucapku sambil menutup novel yang kubaca.
Mereka tersenyum lebar dan menunggu ceritaku.
“MWO????? MEREKA BERPELUK… mppff” teriak Hye Na setelah aku menceritakan semuanya.
Aku langsung membekap mulutnya. Dan mendapatkan tatapan-tatapan aneh dari mahasiswa dan mahasiswi lain.
“Aiisshh.. ini di kampus Hyeeeeee!! Jangan berteriak, pabbo!!” runtukku.
“hehehe. Mianhae.” Cengirnya.
“Aku bingung.” Ucapku sambil melamun.
“Lakukan apa yang menurutmu benar Soo. Sebaiknya… lupakan dia. Aku tidak ingin kau terus terluka seperti ini. Aku hanya memberi saran, semua keputusan ada di tanganmu.” Hye Na berkata dengan sangat bijak, sedangkan In Young mengangguk setuju di sebelahnya.
Aku terpana mendengar ucapan Hye Na…
“Err… kenapa kau menatapku seperti itu??”
“Apa benar ini kau?” selidikku sambil menatap Hye Na. “Apa kau yakin tidak salah minum obat tadi?” sambungku.
“Dia tadi jatuh dan kepalanya membentur kursi, apa karena itu otaknya sedikit normal?” sahut In Young santai.
Aku tertawa. Mereka selalu membuatku tertawa disaat aku butuh hiburan. Karena itu aku sangat menyayangi mereka.
“Yaa!! Aiish.. kenapa kalian memojokkanku?” dengus Hye Na.
“Araseo araseo! Aku ingin jalan-jalan.” Ucapku
“Aku tidak ingin ke bioskop. Bosaaannn.” Runtuk In Young
“Siapa bilang kita akan ke bioskop.” Aku tersenyum simpul.
.
.
.
“MWO???????? Yaa!! Soo~ya… kenapa kita kesini?” Tanya Hye Na setelah melihat pemandangan di depannya.
“Aku merasa seperti gadis berumur 5 tahun.” Gumam In Young yang juga menatap pemandangan di depannya.
“Kalian tidak akan pernah tahu. Ini pasti akan sangat menyenangkan.” Ucapku sambil menatap taman bermain itu. “Kajja.” Ucapku sambil menarik kedua temanku yang masih menjadi patung.
Aku menyodorkan dua buah permen kapas untuk kedua temanku, “Ini untuk kalian.”
“Kau benar! Ini sangat menyenangkan.” Cengir Hye Na.
“Aku ingin naik roller coaster.”
Aku tersenyum lebar menatap In Young,  “kajja.”
Sebenarnya aku belum pernah naik roller coaster, tapi sepertinya akan menyenangkan. Perlahan kereta itu mulai berjalan. Semakin lama semakin cepat.
Tiba-tiba saja kereta memelan kemudian berhenti tepat di tengah puncak sebelum akhirnya meluncur cepat ke bawah.
“AAAAKKHHH..” aku menutup mataku dan berteriak keras-keras, mengeluarkan semua beban yang mengganjal di hatiku.
“AAAAAAAAKKKHHH…” teriakan Hye Na dan In Young juga mulai terdengar.
Ungkapan marah, kecewa, sedih yang kupendam, kukeluarkan semuanya. Isak tangis yang keluar, kekesalan dan kata-kata yang teredam, aku teriakkan dengan kuat kepada angin. Saat kereta perlahan berhenti di tempat awal, aku merasa sedikit lega.

“Kau benar! Sangat menyenangkan. Ini pengalaman pertamaku. Gomawo Soo~ya.. aku mendapatkan hal-hal baru hari ini.” Ucap In Young tulus.
Aku tersenyum lega, “Kajja, kita pulang.”
Baru beberapa meter aku berjalan, tidak sengaja aku melihat Kyuhyun bersama seorang gadis. Langkahku terhenti otomatis. Samar-samar aku melihat wajah gadis itu.
DEG
“Cho Kyuhyun….” Lirihku setelah melihat apa yang mereka lakukan. Cho Kyuhyun dan Park Seo Mi. Mereka berciuman!
“Mwo? Kau bilang apa Soo? Kenapa berhenti?” selidik In Young.
“Ne? ah.. aniya, aku ada urusan. Kalian pulanglah dulu.” Aku memaksakan senyumku.
“Baiklah. Bye~” Hye Na dan In Young melambai-lambaikan tangannya.
Aku masih menatap mereka. Aku tahu itu akan membuatku terluka… dan aku berharap airmata ku yang keluar untuk Cho Kyuhyun perlahan dapat menghapus namanya yang sudah terukir selama 2 tahun dihatiku.
Aku berlari meninggalkan tempat itu. Sungai Han… entah mengapa kakiku berlari kesini.
“Jadi kalian masih sepasang kekasih? Well,, penantianku selama ini sia-sia?” aku tersenyum pahit.
“Kyuhyun~ah… apa benar kau tidak pernah mencintaiku? Jadi cinta itu memang tidak pernah ada dari dulu?” lirihku yang tentu saja hanya dijawab oleh hembusan angin.
“Mengapa kau menyakitiku dengan cara seperti ini? MENGAPA KAU MELAKUKANNYA KEPADAKU? MENGAPA KAU DULU MEMBERI HARAPAN KEPADAKU? MENGAPA?” teriakku menatap sungai Han.
“Tuhaaaannn… baru beberapa jam yang lalu aku merasa sedikit lega, tapi mengapa sekarang sesak kembali?” aku terisak pelan.
Aku menarik nafasku dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, “Aku masih disini, aku diam bukan berhenti, aku berhenti bukan menyerah, aku menyerah bukan melupakan… Aku menyerah untuk memperjuangkanmu bukan untuk melupakan semua kenangan dan perasaan yang ada… Terimakasih Kyuhyun ah… Saranghae…” lirihku sebelum meninggalkan tempat itu.


-FIN-

0 comments:

Post a Comment

 
ElfArmy Blogger Template by Ipietoon Blogger Template